Ijazah Mudah, Mutu Pendidikan Melemah: Alarm Bahaya Pendidikan Tinggi Indonesia

1 week ago 66

Oleh: Prof. Dr. Ir. Abdul Hamid, MP - Peneliti Utama BRIN dan BRIDA Jawa Timur

 Alarm Bahaya Pendidikan Tinggi Indonesia

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Peneliti Utama BRIN dan BRIDA Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Abdul Hamid, MP. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com - Dunia pendidikan tinggi Indonesia sedang menghadapi tantangan serius yang tidak boleh lagi dianggap biasa.

Di tengah meningkatnya jumlah lulusan sarjana, magister, hingga doktor, muncul pertanyaan besar: apakah kualitas akademiknya benar-benar masih terjaga? Ataukah pendidikan tinggi kini mulai bergeser menjadi sekadar industri gelar?

Fenomena ini terlihat nyata di berbagai perguruan tinggi. Banyak mahasiswa ingin serba cepat lulus tanpa melalui proses akademik yang mendalam.

Bahkan dalam penyusunan skripsi maupun tesis, analisis statistik sering kali dikerjakan pihak ketiga.

Mahasiswa hanya menerima hasil akhir berupa tabel dan analisis varian tanpa memahami proses ilmiahnya.

Contoh yang sering terlihat misalnya mahasiswa membawa data penelitian ke jasa pengolah statistik, lalu beberapa hari kemudian langsung menerima hasil SPSS lengkap berikut kesimpulan penelitian.

Ironisnya, ketika diuji dosen, mahasiswa sendiri tidak memahami arti uji F, uji t, maupun analisis varians yang tercantum dalam penelitiannya.

Padahal statistik bukan sekadar angka, melainkan jantung dari penelitian ilmiah. Ketika mahasiswa tidak memahami bagaimana data dianalisis, maka sesungguhnya mereka kehilangan kemampuan berpikir ilmiah.

Dunia pendidikan tinggi Indonesia sedang menghadapi tantangan serius yang tidak boleh lagi dianggap biasa.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |