IHSG Anjlok Gegara Aksi Demo Massa, Ada Solusi?

6 hours ago 5

IHSG Anjlok Gegara Aksi Demo Massa, Ada Solusi?

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pengamat sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana menyampaikan aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa lokasi Jakarta, telah memberikan sentimen negatif. Foto/Ilustrasi: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana menyampaikan aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa lokasi Jakarta, telah memberikan sentimen negatif bagi pasar modal Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok 180,80 poin atau 2,27 persen ke posisi 7.771,28 pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (29/8), di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Penyebab utama tekanan ini bukan hanya faktor global, tetapi lebih pada kondisi domestik. Aksi massa yang merebak di Jakarta dan sejumlah daerah menjadi sentimen negatif karena meningkatkan ketidakpastian politik,” ujar Hendra dikutip Sabtu (30/8).

Hendra menjelaskan pasar modal sangat sensitif terhadap isu stabilitas, begitu muncul potensi risiko keamanan, investor asing maupun domestik cenderung menahan diri bahkan melepas portofolio untuk mengamankan posisi likuiditas.

Dia melanjutkan gejolak sosial diperparah oleh respons pemerintah yang belum tepat, alih-alih menjalin komunikasi terbuka dengan masyarakat, langkah yang muncul justru berupa imbauan Work From Home (WFH) bagi Anggota DPR.

“Kebijakan ini menimbulkan persepsi bahwa pemerintah dan wakil rakyat lebih memilih menjauh ketimbang mendengar aspirasi langsung. Padahal, pasar butuh sinyal stabilitas dan kepastian. Dalam ekonomi, persepsi sering kali lebih kuat pengaruhnya dibanding fakta di lapangan,” ujar Hendra.

Hendra mengatakan tidak mengherankan apabila situasi ini menjadi sorotan media internasional, yang mana investor global yang memantau Indonesia melihat adanya eskalasi ketidakpastian politik, yang berujung pada aksi jual di pasar keuangan.

Apabila IHSG melemah lebih dari area 7.800, menurutnya, risiko koreksi lebih dalam bisa terbuka, sehingga banyak pelaku pasar saat ini memilih strategi defensif sembari menunggu kepastian arah kebijakan pemerintah.

Pengamat sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana menyampaikan aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa lokasi Jakarta, telah memberikan sentimen negatif

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |