Harga Telur Anjlok, Peternak di Temanggung Menjerit, Pemerintah Diminta Intervensi Pasar

1 hour ago 16

Harga Telur Anjlok, Peternak di Temanggung Menjerit, Pemerintah Diminta Intervensi Pasar

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Seorang pekerja sedang mengambil telur di kandang ayam di salah satu peternakan di Temanggung, Selasa (30/6/2026). ANTARA/Heru Suyitno

jpnn.com, TEMANGGUNG - Para peternak ayam petelur di Kabupaten Temanggung mendesak pemerintah segera mengintervensi pasar menyusul anjloknya harga telurayam  hingga menyentuh Rp 17.000 per kilogram.

Nilai jual tersebut jatuh drastis di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) nasional yang ditetapkan sebesar Rp 26.500 per kilogram

Bendahara Koperasi Peternakan Unggas Sejahtera (KPUS) Sektor Temanggung Buyung Adi Nugraha, di Temanggung, Selasa, langkah konkret yang bisa diambil mulai dari mempercepat distribusi jagung melalui program SPHP, mempermudah regulasi impor bahan baku pakan, hingga kembali menjalankan program penyerapan telur untuk penanganan stunting seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.

Menurut dia, anjloknya harga telur dipengaruhi melemahnya daya beli masyarakat serta berkurangnya penyerapan telur akibat liburnya sejumlah program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga stok telur menumpuk di tingkat peternak.

Harga telur ayam ras di tingkat peternak di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terus merosot dalam sebulan terakhir sehingga banyak peternak merugi.

"Harga minimal agar peternak masih bisa bertahan berada di kisaran Rp 24.000 hingga Rp 26.000 per kg sesuai HAP pemerintah. Dengan harga sekarang, teman-teman peternak mengalami kerugian yang makin dalam karena dibarengi kenaikan harga pakan," katanya.

Ia menyampaikan tren penurunan harga telah berlangsung hampir satu bulan dan terjadi hampir setiap hari. Besaran kerugian bervariasi, tetapi pada peternakan dengan produktivitas yang kurang efisien dapat mencapai 30 hingga 35 persen.

Untuk menekan kerugian, katanya, sebagian peternak terpaksa mengurangi populasi ayam petelur melalui afkir dini. Namun langkah tersebut juga tidak efektif karena harga ayam afkir ikut anjlok hingga Rp11.000-Rp12.000 per kg atau sekitar Rp20.000 per ekor, jauh di bawah harga normal.

Para peternak ayam petelur di Temanggung mendesak pemerintah segera mengintervensi pasar menyusul anjloknya harga telur hingga menyentuh Rp17.000 per kilogram.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |