jpnn.com - BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung merespons kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis nonsubsidi yang diumumkan pemerintah pada Rabu (10/6) pagi.
BBM jenis Pertamax naik dari sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kenaikan BBM dipicu menguatnya nilai dolar terhadap rupiah.
"Ini kan masalah supply and demand. Ketika demand tidak pernah turun, sementara supply naik turun. Ditambah lagi nilai dolar yang juga berfluktuasi," kata Farhan.
"Dengan naiknya harga BBM, artinya tingkat suplai sedang rendah dan harga dolar sedang tinggi. Apa boleh buat, harus dihadapi bersama," imbuhnya.
Merespons kenaikan ini, Farhan pun mengajak kepada masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung untuk efisiensi energi.
Salah satunya dengan mengurangi BBM dan mulai menggunakan kendaraan umum ke kantor.
Pegawai Pemkot disarankan tidak menggunakan kendaraan pribadi untuk meminimalisasi penggunaan BBM.







































