jpnn.com, DAVOS - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa jumlah penerima makan bergizi gratis (MBG) bakal melampaui jumlah makanan yang diproduksi oleh salah satu fast-food chain terbesar dunia, McDonald's (McD).
Hal itu diungkapkan Prabowo saat berpidato dalam acara Annual Meeting Davos, World Economic Forum (WEF) 2026.
Di hadapan para pemimpin negara, ekonom-ekonom dunia, akademisi dan praktisi, Presiden Prabowo menjelaskan Pemerintah Indonesia saat ini berinvestasi pada MBG dan program-program pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Menurut Presiden, Indonesia mampu menjadi negara maju jika rakyatnya makmur dan sejahtera.
"Pada 6 Januari 2025, kami memulai (MBG) dengan 190 dapur yang melayani 570.000 orang per hari, 570.000 porsi makanan per hari. Hari ini, dalam waktu satu tahun, jumlah dapur telah mencapai 21.102 unit, dan melayani (MBG, red) seluruh negeri,” ungkap Prabowo saat memberikan pidato khusus (special address) dalam Annual Meeting Davos, WEF 2026, di Kota Davos, Swiss, Kamis.
Dia melanjutkan hingga Rabu (21/1) MBG telah memproduksi 59,8 juta porsi makanan untuk 58,9 juta anak-anak, ibu hamil dan menyusui, dan orang lanjut usia (lansia) yang hidup sendiri.
“Mereka menerima makanan ini setiap hari. Untuk memberi gambaran, dalam waktu sekitar sebulan lagi, kami akan melampaui McDonald's (dengan) 68 juta porsi per hari,” ungkap Prabowo.
Presiden kemudian menjelaskan McDonald's mulai beroperasi dengan membangun restoran cepat saji pertamanya pada tahun 1940-an.










































