jpnn.com, JAKARTA - Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada anak menjadi salah satu tantangan yang kerap dihadapi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang.
Kondisi ini ditandai dengan penolakan makan, berkurangnya minat terhadap makanan, atau keengganan anak menghabiskan porsi makan meskipun kebutuhan nutrisinya tetap tinggi.
GTM dapat dipicu oleh berbagai faktor, antara lain kelelahan akibat aktivitas yang padat, perubahan rutinitas, kondisi emosional anak, hingga rasa bosan terhadap menu yang disajikan.
Apabila berlangsung dalam jangka waktu lama, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kecukupan asupan gizi dan daya tahan tubuh anak.
Pemerhati tumbuh kembang anak menilai penanganan GTM perlu dilakukan secara bertahap tanpa paksaan.
Orang tua dianjurkan menghindari tekanan saat waktu makan karena dapat memperkuat penolakan dan menimbulkan pengalaman makan yang kurang menyenangkan.
Dalam situasi GTM, orang tua disarankan tetap menjaga ritme asupan nutrisi harian anak meskipun waktu makan utama tidak selalu berjalan optimal.
Salah satu pendekatan yang kerap dilakukan adalah memberikan susu sebagai nutrisi pendamping ketika anak menolak makanan padat.












































