DPRD Nilai Surabaya Berpeluang Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Sektor Perikanan

14 hours ago 23

Selasa, 03 Februari 2026 – 21:00 WIB

DPRD Nilai Surabaya Berpeluang Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Sektor Perikanan - JPNN.com Jatim

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2). Foto: Source for JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni menilai Surabaya memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan nasional, terutama melalui pengembangan sektor perikanan dan pengelolaan kawasan tambak di wilayah timur kota.

Pandangan tersebut disampaikan setelah mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Sentul, Bogor, Senin (2/2).

Forum tersebut menentukan arah kebijakan nasional yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu sektor strategis di tengah situasi global yang kian tidak menentu. Dalam forum itu, pemerintah pusat menekankan pentingnya kemandirian bangsa dalam menghadapi potensi gejolak geopolitik dan ekonomi dunia.

“Salah satu fondasi utama yang ditekankan Presiden adalah ketahanan pangan. Indonesia harus membangun kekuatan sendiri, sesuai prinsip politik luar negeri nonblok,” ujar legislator yang akrab disapa Mas Toni ini pada, Selasa (3/2).

Toni menilai, arahan tersebut menuntut peran aktif pemerintah daerah agar kebijakan nasional dapat diterjemahkan dalam langkah konkret di tingkat lokal. Menurutnya, Surabaya memiliki modal wilayah dan infrastruktur yang memungkinkan kota ini mengambil peran strategis, khususnya melalui optimalisasi kawasan timur.

Kawasan timur Surabaya, lanjutnya, tidak hanya diproyeksikan sebagai wilayah pengembangan kota, tetapi juga memiliki fungsi ekologis sebagai paru-paru kota. Di wilayah ini pula, sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari sektor perikanan tambak.

Walakin, Toni mengungkapkan para petani tambak masih menghadapi berbagai persoalan klasik yang belum tertangani secara menyeluruh, mulai dari pencemaran kualitas air akibat limbah rumah tangga hingga keterbatasan akses distribusi.

“Petani tambak itu mengeluhkan kualitas air dari hulu sungai yang tercemar. Maka ini tidak bisa ditangani parsial, harus dari hulu sampai hilir,” tuturnya.

DPRD Dorong Surabaya perkuat peran daerah hadapi Tekanan Global Lewat pangan, energi, dan lingkungan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |