jatim.jpnn.com, SURABAYA - Tim dosen Universitas Telkom Kampus Surabaya mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu layanan Posyandu Wedoro, Surabaya, dalam memantau tumbuh kembang balita. Inovasi bernama SIGAP Wedoro itu diluncurkan melalui program pengabdian kepada masyarakat pada Selasa (30/6).
Pengembangan aplikasi tersebut dilatarbelakangi masih adanya pencatatan manual, keterlambatan pelaporan, serta keterbatasan kader posyandu dalam menginterpretasikan status gizi balita. Kondisi itu dinilai dapat menghambat deteksi dini masalah gizi, termasuk stunting dan kekurangan gizi.
SIGAP Wedoro menghadirkan sistem digital yang mengintegrasikan pemantauan pertumbuhan balita dengan AI Knowledge Base untuk memudahkan kader maupun orang tua mengakses informasi kesehatan anak.
Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat masuk menggunakan akun Google atau email, kemudian mengisi data diri serta data anak sebelum mengakses berbagai layanan yang tersedia.
Aplikasi ini dilengkapi kalkulator gizi untuk menghitung status gizi berdasarkan berat badan, tinggi badan, dan usia anak. Selain itu, tersedia rekomendasi gizi dan stimulasi tumbuh kembang sesuai standar kesehatan.
SIGAP Wedoro juga memiliki fitur riwayat pemeriksaan balita, jadwal posyandu, prediksi tumbuh kembang berdasarkan data historis, hingga AI Chat yang berfungsi sebagai asisten digital untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait kesehatan anak.
Ketua Tim Pengabdian Universitas Telkom Kampus Surabaya Dr. Dewi Rahmawati, S.Kom., M.Kom., mengatakan pemanfaatan teknologi diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar di posyandu.
"Aplikasi ini diharapkan menjadi solusi praktis untuk kendala administrasi dan komunikasi dalam layanan kesehatan di posyandu, sehingga proses pemeriksaan balita menjadi lebih cepat dan tepat sasaran," ujarnya dalam keterangan tertulis.






































