jpnn.com, JAKARTA - Orang tua diminta tidak hanya fokus pada anak yang mau makan lahap, tetapi juga memperhatikan kandungan gizi, gula, dan natrium dari makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Miza Afrizal, masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa hal terpenting adalah anak mau makan. Padahal, makanan dengan kadar gula dan natrium tinggi yang diberikan secara terus-menerus dapat membebani kerja organ tubuh anak.
“Jangan hanya fokus yang penting anak saya mau makan, lalu tidak apa-apa diberikan makanan tinggi gula dan tinggi natrium. Akhirnya organ liver dan ginjal bekerja keras setiap harinya, seperti mesin yang dipaksa bekerja terus-menerus, lama-lama bisa rusak,” tutur dr. Miza, Sabtu (6/6).
Ia menilai, orang tua perlu lebih cermat memilih produk harian, termasuk bumbu pelengkap makanan. Menurutnya, klaim rendah gula atau rendah garam sebaiknya tidak hanya dipahami secara umum, tetapi juga memiliki ukuran yang jelas.
Isu tersebut menjadi latar belakang Bumbu Bunda merilis produk Kecap Manis Bumbu Bunda, yang diklaim sebagai kecap manis dengan pengujian klinis pertama di Indonesia.
Produk ini dihadirkan bukan hanya untuk menjawab kebutuhan rasa, tetapi juga kekhawatiran orang tua terhadap kandungan gula dan natrium dalam bumbu sehari-hari.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Diana Suganda, mengatakan banyak ibu yang panik saat anak mengalami sulit makan atau Gerakan Tutup Mulut (GTM). Dalam kondisi tersebut, orang tua kerap asal memberikan makanan tanpa memperhatikan komposisi dan nilai gizinya.
Menurut dr. Diana, kebiasaan makan anak sejak dini akan memengaruhi preferensi makanan mereka di masa depan. Karena itu, orang tua perlu mengenalkan berbagai jenis makanan secara bertahap dan tidak menyerah terlalu cepat saat anak menolak makanan baru.








































