jpnn.com, JAKARTA - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Ario Bimo Nandito Ariotedjo atau Dito Ariotedjo memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/6).
Dito tiba di lokasi sekitar pukul 09.58 WIB dengan mengenakan kaus polo lengan pendek berwarna biru tua yang dipadukan celana panjang hitam. Ia datang sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji yang tengah disidik lembaga antirasuah.
"Hari ini undangan saja terkait dengan kasus yang haji," ujar Dito singkat.
Saat ditanya mengenai dokumen yang dibawa untuk kepentingan pemeriksaan, Dito menjawab tidak membawa apa pun. "Enggak bawa apa-apa. Ini saja, undangan saja," katanya.
Para wartawan yang meliput di lokasi menyoroti perubahan postur tubuh Dito yang tampak lebih bugar. Menanggapi hal itu, ia mengaku belakangan lebih rutin berolahraga. "Iya, mumpung lagi enggak sibuk," ucapnya.
Komisi Pemberantasan Korupsi mulai menyidik dugaan korupsi kuota haji Indonesia tahun 2023-2024 sejak 9 Agustus 2025. Dalam perkara ini, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz, telah ditetapkan sebagai tersangka.
Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan menyebutkan kasus tersebut diduga menimbulkan potensi kerugian negara hingga Rp622 miliar. Selain Yaqut dan Ishfah, KPK juga menetapkan Direktur Operasional Maktour Ismail Adham dan mantan Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia Asrul Aziz Taba sebagai tersangka. Proses penyidikan perkara ini masih terus berlangsung. (tan/jpnn)









































