Dialog Lintas Iman di Universitas Ciputra: Refleksi Harmoni Imlek dan Ramadan

6 hours ago 23

Rabu, 04 Maret 2026 – 17:02 WIB

 Refleksi Harmoni Imlek dan Ramadan - JPNN.com Jatim

Universitas Ciputra Surabaya menggelar diskusi bertajuk Imlek & Ramadan: Belajar dari Dua Peradaban pada Sabtu (28/2). Foto: Source for JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Universitas Ciputra Surabaya menggelar diskusi bertajuk Imlek & Ramadan: Belajar dari Dua Peradaban pada Sabtu (28/2). Kegiatan ini menjadi ruang temu lintas budaya dan agama di tengah berdekatan­nya sejumlah momentum religius di Indonesia. Acara dibuka dengan penampilan barongsai.

Diskusi menghadirkan Konsul Jenderal RRT di Surabaya Dr Ye Su serta Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid. Sementara itu, dosen luar biasa Universitas Ciputra Aan Anshori bertindak sebagai moderator.

Kegiatan ini terasa istimewa karena berlangsung berdekatan dengan sejumlah perayaan keagamaan. Tahun Baru Imlek jatuh pada 17 Februari, disusul masa Prapaskah umat Kristiani pada 18 Februari, serta awal Ramadan pada 19 Februari.

Rektor Universitas Ciputra Prof Dr Wirawan E.D. Radianto dalam sambutannya menekankan pentingnya memaknai keberagaman sebagai kekuatan.

“Diskusi ini menunjukkan jika perbedaan itu harus dipandang sebagai sebuah kekuatan dan dengan adanya pemahaman tentang perbedaan, kita semua terdorong lebih toleran antara satu dengan yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, dalam paparannya Dr Ye Su memulai dengan pemutaran video sekitar 10 menit yang menampilkan seni bela diri kungfu, termasuk atraksi robot yang memainkan toya dan melakukan salto.

Tayangan itu, menurutnya, menjadi simbol kemajuan Tiongkok dalam hampir lima dekade terakhir. Dia menilai keberhasilan tersebut bertumpu pada dua faktor utama, pertumbuhan ekonomi yang konsisten dan stabilitas sosial yang terjaga.

"Adapun enam penopang utama, yakni konsistensi kebijakan pemerintah, pemerataan pendidikan, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi riil, strategi pengentasan kemiskinan yang presisi, serta keterbukaan terhadap kerja sama internasional," kata Dr Ye Su.

Dialog Imlek dan Ramadan di Universitas Ciputra soroti toleransi, kemajuan Tiongkok, dan pentingnya Pancasila menjaga harmoni keberagaman bangsa

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |