jpnn.com, JAKARTA - Aktris Aghniny Haque mengungkap proses yang dilakukannya untuk mendalami karakter Melor dalam film Khadam.
Berperan sebagai ibu tunawicara, dia tidak hanya dituntut memahami karakter secara emosional, tetapi juga harus mampu menyampaikan perasaan Melor melalui gerakan tubuh dan bahasa tangan.
Aghniny Haque mengaku awalnya cukup kesulitan menyampaikan emosi melalui bahasa tangan. Pasalnya, dia terbiasa bergerak cepat dalam keseharian sehingga harus mengubah kebiasaannya ketika masuk ke dalam karakter.
“Awalnya cukup susah ya, karena mungkin kebiasaan saya waktu itu sebagai atlet, saya sedikit kaku untuk menyampaikan sebuah bahasa dengan tangan,” ungkap Aghniny saat konferensi pers di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (14/9).
Oleh sebab itu, selebritas berusia 29 tahun tersebut harus banyak mengasah kelembutan dalam setiap gerakannya.
Hal ini dilakukan Aghniny Haque agar bahasa tubuh yang ditampilkan mampu menyampaikan emosi dan kasih sayang kepada anak-anaknya tanpa menggunakan dialog.
“Saya banyak mengasah kelembutan. Sehari-hari saya yang biasanya kalau jalan tuh harusnya gini, terus biasanya enggak aware sama apa yang saya rasakan, sama yang saya kerjakan, selalu cepat-cepat,” ujar mantan atlet taekwondo itu.
Menurutnya, perubahan tersebut menjadi bagian penting untuk benar-benar masuk ke dalam karakter Melor.

















































