Abu Vulkanis Bisa Masuk hingga Alveoli, Dokter Ungkap Cara Melindungi Paru-paru

3 hours ago 22

Selasa, 15 September 2026 – 15:33 WIB

Abu Vulkanis Bisa Masuk hingga Alveoli, Dokter Ungkap Cara Melindungi Paru-paru - JPNN.com Jatim

Dosen Fakultas Kedokteran UK Petra dr Venny Singgih, Sp.P., yang membahas mengenai bahaya material abu vulkanik bagi paru-paru. Foto: Humas UK Petra

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Aktivitas Gunung Anak Krakatau memang telah mereda. Namun, status gunung api tersebut masih berada pada Level III atau Siaga sehingga potensi erupsi tetap perlu diwaspadai.

Sisa abu vulkanis dari erupsi sebelumnya juga masih berpotensi tertinggal karena belum terurai oleh air hujan. Material tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Pakar spesialis pulmonologi dan respirasi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen (UK) Petra dr Venny Singgih, Sp.P. menjelaskan bahaya material vulkanis terhadap paru-paru sekaligus langkah pencegahannya.

Menurut dokter yang menempuh pendidikan spesialis di Bali itu, erupsi gunung berapi menghasilkan dua komponen utama, yakni partikel dan gas.

Dari sisi partikel, material yang perlu diwaspadai adalah respirable dust atau partikel berukuran mikroskopis seperti PM10 dan PM2,5. Partikel tersebut dapat masuk hingga saluran napas bawah dan mencapai alveoli atau gelembung paru.

Dampak paparan material vulkanis, kata dr. Venny, dapat terjadi dalam jangka pendek maupun panjang.

“Secara akut, paparan konsentrasi tinggi akan langsung memicu reaksi pada mata seperti pedih dan berair, kulit gatal dan muncul ruam hingga gangguan saluran napas. Debu yang masuk memicu iritasi yang membuat saluran napas menyempit, membengkak, dan memproduksi lendir berlebih. Hal ini bisa menyebabkan batuk hebat, sesak napas, hingga penurunan saturasi oksigen,” jelas dr Venny.

Sementara itu, dalam jangka panjang, paparan debu silika kristalin dalam konsentrasi rendah selama berbulan-bulan hingga waktu yang lama dapat memicu silikosis atau penyakit paru kronis.

Dokter mengungkap bahaya abu vulkanis Gunung Anak Krakatau bagi sistem pernapasan dan membagikan cara melindungi diri dari paparan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |