jpnn.com - Ketika rudal saling meluncur di Timur Tengah, banyak orang Indonesia menganggapnya sebagai peristiwa yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dipandang sebagai konflik regional yang hanya relevan bagi kawasan Timur Tengah.
Padahal, dalam dunia yang saling terhubung seperti saat ini, jarak geografis tidak lagi menentukan besarnya dampak sebuah konflik.
Bagi Indonesia, ancaman terbesar dari perang AS–Iran bukanlah kemungkinan serangan militer langsung. Ancaman yang jauh lebih nyata adalah guncangan terhadap energi, pangan, keuangan, dan rantai pasok global yang pada akhirnya memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.
Karena itu, perang ini perlu dibaca bukan hanya sebagai konflik keamanan, tetapi sebagai peristiwa geopolitik yang membuka kerentanan struktural Indonesia di tengah perubahan tatanan dunia.
Perang yang Lebih Besar dari Iran
Jika dilihat sekilas, konflik ini tampak sebagai perang antara Israel dan Iran yang didukung Amerika Serikat.
Namun pada tingkat strategis, yang dipertaruhkan jauh lebih besar daripada sekadar program nuklir Iran atau keamanan Israel.
Perang ini berlangsung di tengah transisi kekuatan global yang semakin jelas. Selama lebih dari tiga dekade setelah berakhirnya Perang Dingin, Amerika Serikat menikmati posisi sebagai kekuatan dominan dunia.







































