jpnn.com, JAKARTA - Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto merespons keributan antara personel tentara dan Polri di Mappi, Papua Selatan.
Menurut Yusri, peristiwa kekerasan itu sudah diselesaikan dengan cara mediasi.
"Sudah diselesaikan dan sudah dimediasi antara TNI dengan Polri. Demikian ya," kata dia saat ditemui di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat.
Dia mengatakan proses mediasi tersebut sudah diselesaikan di tingkat polisi militer TNI AD wilayah setempat.
Saat ditanya apa penyebab dari pertikaian tersebut, dia menjawab pertikaian terjadi karena adanya miskomunikasi antara personel TNI dan Polri.
"Ini, kan, karena ada miskomunikasi. Jadi, biasalah, tentara-tentara sekarang ini kan muda-muda ini. Kadang-kadang energinya terlalu banyak sehingga ada miskomunikasi sedikit sehingga muncul, tetapi itu hal sudah diselesaikan," kata Yusri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di sekitar marshalling area 2 Yonif TP 819/PIBP, Distrik Obaa, Kamis (13/2).
Peristiwa itu bermula ketika pengendara motor didapati beberapa kali melewati markas Yon TP sambil mengeraskan suara kenalpot dan melontarkan kalimat kasar sejak 6 sampai 11 Februari.










































