Damkar: Kerugian Kebakaran Lebih Mahal Ketimbang Harga APAR

2 days ago 29

Selasa, 07 April 2026 – 09:25 WIB

 Kerugian Kebakaran Lebih Mahal Ketimbang Harga APAR - JPNN.com Jateng

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang Sih Rianung. FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Kerugian akibat kebakaran disebut jauh lebih mahal ketimbang harga alat pemadam api ringan (APAR), menyusul insiden terbakarnya sepeda motor Yamaha F1Z R di sebuah SPBU di Kota Semarang.

Pernyataan itu dilontarkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang Sih Rianung seusai insiden sepeda motor Yamaha F1Z R yang terbakar di SPBU 44.502.07 Tegalsari, Jalan Sriwijaya, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Saat itu, petugas pom bensin baru memadamkan kendaraan roda dua setelah mendapat izin dari manajer SPBU Pertamina tersebut. Padahal, pemilik sepeda motor telah meminta izin untuk menggunakan APAR yang notabene bisa digunakan siapa pun dalam keadaan darurat.

Rianung juga menyoroti anggapan bahwa pengadaan APAR mahal. Menurutnya, biaya alat jauh lebih kecil dibandingkan kerugian akibat kebakaran.

“Harga APAR sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp2 juta. Isi ulangnya pun relatif murah, sekitar Rp60 ribu per kilogram. Yang mahal itu kerugian akibat kebakaran, bukan alatnya,” katanya ditemui di Kantor Damkar Kota Semarang, Senin (6/4).

Rianung menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut karena menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Dia menilai insiden itu seharusnya bisa diminimalkan apabila petugas Pom Bensin milik Pertamina tanggap dalam penanganan awal kebakaran.

“Yang pertama saya prihatin. Setiap kejadian kebakaran pasti menimbulkan kerugian. Kami turut prihatin kepada masyarakat yang terdampak, mohon tabah,” ujarnya.

Harga APAR jauh lebih kecil daripada kerugian akibat kebakaran sepeda motor Yamaha F1Z R di SPBU Sriwijaya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |