jpnn.com, JAKARTA - Bank Mandiri terus mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan nasional melalui penyaluran kredit infrastruktur yang tumbuh berkelanjutan.
Langkah ini menjadi bagian dari sinergi yang terintegrasi untuk memperkokoh fondasi ekonomi, memperluas konektivitas, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menegaskan komitmen tersebut selaras dengan arah pembangunan pemerintah yang menempatkan infrastruktur sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Karena itu, Bank Mandiri terus menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor strategis untuk memperkuat daya saing, memperluas pemerataan, dan mendorong manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Dia juga menegaskan Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional melalui pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan.
"Kami meyakini pembangunan infrastruktur yang terus didorong pemerintah akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi kerakyatan, membuka lebih banyak peluang usaha, dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat,” ujar Riduan dalam keterangannya, Kamis (9/4).
Komitmen tersebut tercermin dari penyaluran kredit infrastruktur Bank Mandiri yang mencapai Rp 491,63 triliun hingga Februari 2026, tumbuh 30,8 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 375,85 triliun, mengacu pada klasifikasi dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 Tahun 2015.
Penyaluran kredit ini mencerminkan keunggulan yang berkelanjutan dalam kapabilitas pembiayaan Bank Mandiri, yang didukung sinergi ekosistem layanan serta pendekatan pembiayaan yang komprehensif dari hulu hingga hilir.







































