jabar.jpnn.com, KABUPATEN BANDUNG - Dinamika politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung memasuki fase krusial. Melalui Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Soreang, Rabu (8/4/2026), partai ini menegaskan arah baru strategi politik dengan menitikberatkan pada penguatan pelayanan publik dan peningkatan kualitas kader.
Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, yang hadir memimpin jalannya Muscab, menegaskan dua fokus utama yang menjadi mandat langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Yakni program “turun ke rakyat” dan “naik kelas” sebagai strategi ganda untuk memperkuat basis elektoral sekaligus meningkatkan kapasitas internal partai.
Menurut Jazilul, Kabupaten Bandung merupakan salah satu basis suara utama PKB di Jawa Barat. Status tersebut, kata dia, harus dijaga dan diperkuat melalui kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
“Pendekatan Muscab ini adalah musyawarah untuk mengukuhkan. DPC mengusulkan sejumlah nama, lalu DPP yang memutuskan siapa yang akan menjadi ketua,” ujar Jazilul dikutip Kamis (9/4/2026).
Dia menjelaskan, Muscab bukan hanya forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi untuk menyusun langkah strategis ke depan. DPP PKB, kata Jazilul, hanya memberikan dua amanat besar yang harus diterjemahkan secara konkret oleh pengurus di daerah.
Program pertama adalah “turun ke rakyat”, yang menuntut kader untuk lebih aktif hadir di tengah masyarakat melalui berbagai layanan langsung. Bentuknya, antara lain penyediaan ambulans gratis, program makan gratis, hingga pendirian posko kesehatan di tingkat akar rumput.
“Kita harus benar-benar hadir di tengah masyarakat. Program pelayanan harus diperkuat dan dirasakan langsung,” kata Jazilul.
Selain itu, PKB juga menekankan pentingnya program “naik kelas”. Program ini berorientasi pada peningkatan kualitas kader, baik dari sisi intelektual, kepemimpinan, maupun kapasitas profesional di berbagai sektor.




































