jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin buka suara terkait munculnya virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang disebut sebagai superflu yang sudah terditeksi masuk INdonesia.
Budi Gunadi Sadikin memastikan superflu sudah ada sejak lama, seperti flu biasa, dan tidak mematikan seperti saat COVID-19 atau tuberkulosis (TBC).
"Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa. Influenza H3N2," kata Budi dikutip Sabtu (3/1).
Budi menjelaskan, super flu ini sangat miip seperti flu pada umumnya. Sebab, orang yang terkena flu suatu saat akan mengalami sakit seperti itu lagi di kemudian hari.
Dia menyebutkan setiap musim dingin, kasus akibat virus super flu itu selalu naik di negara empat musim, namun di negara seperti Indonesia tidak terlalu tinggi kenaikannya.
"Itu sebabnya di negara-negara tersebut ada vaksin influenza setiap tahun yang mereka suntikkan," katanya.
Meski tidak seberbahaya COVID-19, dia mengingatkan untuk tetap menjaga kesehatan dan imunitas dengan istirahat yang cukup, berolahraga yang rutin.
"Kalau sistem imun bagus, maka tubuh bisa mengatasinya sendiri. Tubuh manusia ini karunia Tuhan yang luar biasa. Ini sudah ada tentaranya sendiri yang ngelawan virus-virus itu," katanya.














































