kaltim.jpnn.com, PASER - Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji membuka Rapat Koordinasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Rakor PPPA) se-Kalimantan Timur 2026 yang berlangsung di Pendopo Lou Bepekat, Kabupaten Paser, Rabu (11/2).
Wagub Seno dalam sambutannya menekankan tiga hal penting sebagai tujuan strategis Rakor PPPA, yakni ramah perempuan, layak anak, dan Ruang Bersama Indonesia (RBI).

“Rakor ini diharapkan menghasilkan poin-poin strategis untuk penguatan pemberdayaan perempuan di Kalimantan Timur,” ujar Wagub Seno dikutip dari akun resmi Pemprov Kaltim, Kamis (12/2).
Wagub Seno menyebut pemberdayaan perempuan harus diarahkan pada kemandirian ekonomi agar mampu membantu kesejahteraan keluarga.
Karena itu, dia menegaskan pentingnya sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kabupaten/kota, dan pemerintah pusat.
Wagub Seno Aji juga menyoroti masih tingginya angka Desil 1 dan Desil 2 di Kaltim, termasuk di Kabupaten Paser yang tercatat sekitar 25 ribu jiwa berada pada Desil 1.
“Padahal Kaltim kaya sumber daya alam, namun masih ada masyarakat yang tergolong miskin. Ini menjadi tantangan besar,” tegasnya.







































