kalsel.jpnn.com, BANJARBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 99 persen penduduk berumur lima tahun ke atas di Kalimantan Selatan mampu berbahasa Indonesia, di tengah tingginya pengguna bahasa daerah yang mencapai 91,72 persen dalam komunikasi sehari-hari di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Kepala BPS Kalsel Mukhamad Mukhanif mengatakan capaian tersebut berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis pada awal Juni 2026 terhadap 4,33 juta penduduk di Kalsel.
Dia menjelaskan meski bahasa daerah masih dominan digunakan warga lokal, kemampuan berbahasa Indonesia masyarakat tetap sangat tinggi, sementara kemampuan berbahasa asing tercatat sebesar 3,62 persen.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Kalsel, kemampuan berbahasa Indonesia terendah tercatat pada generasi pre-boomer sebesar 86,30 persen, sedangkan tertinggi pada generasi milenial yang mencapai 99,83 persen di Kalimantan Selatan.
Sementara itu, penggunaan bahasa daerah dalam lingkungan keluarga dan masyarakat menunjukkan pola sebaliknya. Persentase tertinggi terdapat pada generasi pre-boomer sebesar 97,26 persen, sedangkan terendah pada post gen Z sebesar 87,10 persen di wilayah tersebut.
Hasil SUPAS 2025 juga mencatat jumlah penduduk Kalimantan Selatan yang mencapai 4,33 juta jiwa terbagi dalam berbagai kelompok generasi. Komposisi penduduk didominasi gen Z sebesar 25,24 persen, disusul milenial 24,08 persen, post gen Z 21,56 persen, gen X 19,51 persen, baby boomer 8,96 persen, dan pre-boomer 0,65 persen.
Dari sisi indikator kependudukan, total fertility rate (TFR) tercatat sebesar 2,26. Sementara contraceptive prevalence rate (CPR) berada pada level 73,89 persen di Kalimantan Selatan.
Pada indikator mortalitas, angka kematian bayi (IMR) tercatat 14,70 per 1.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian balita (U5MR) berada pada level 17,15 per 1.000 kelahiran hidup.




































