jpnn.com, JAKARTA - Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi menilai keputusan menaikkan BI-Rate menjadi 5,5 persen langkah yang tepat.
Menurut Ibrahim, BI memanfaatkan momentum meredanya tensi geopolitik seusai pernyataan Trump yang menyebut tidak adanya saling serang antara Israel dan Iran.
Dia menilai keputusan BI mempercepat kenaikan rate upaya bagus, mengingat pelemahan mata uang Rupiah sudah tinggi.
"Bagi saya, Bank Indonesia sangat tepat sekali dalam membuat satu kebijakan dengan menaikkan suku bunga," kata Ibrahim dalam pesan suara, Selasa (9/6).
Menurut Ibrahim, kenaikan suku bunga ini bertujuan untuk menstabilkan mata uang Rupiah dan menjaga inflasi.
Mengingat inflasi mengalami kenaikan, karena dampak dari meningkatnya harga barang-barang impor.
Bank Indonesia dianggap sudah jor-joran mengintervensi pasar, baik internasional, domestik, obligasi, valuta asing hingga menaikkan 75 basis poin.
Dia meyakini BI-rate diproyeksi akan naik sampai 100 - 200 basis poin jika kondisi konflik Timur Tengah masih memburuk.







































