jpnn.com, JAKARTA - Pengusaha muda Johanes Paulus membagikan kisah di balik kesuksesan membesarkan bisnisnya, Jope Umbrella.
Ada cerita ketekunan dan keberanian mendobrak standar industri yang selama ini dianggap sebelah mata.
Perjalanan ini dimulai saat Johanes merintis usaha produksi payung promosi beberapa tahun lalu.
Jope Umbrella di bawah bendera Istana Payung telah dikenal luas sebagai produsen payung polos premium untuk kebutuhan promosi, event, dan branding korporat di Indonesia.
Namun, di tengah lonjakan permintaan pasar korporasi, Johanes justru dihadapkan pada kenyataan pahit, yakni maraknya komplain pelanggan akibat kualitas produk yang buruk.
Banyak payung yang rusak pada area rangka atau kainnya robek setelah proses penyablonan selesai.
"Saya tidak takut rugi. Yang saya takutkan adalah mengecewakan pelanggan yang sudah mempercayakan nama dan brand mereka kepada kami," kata Johanes mengenang, di Jakarta, belum lama ini.
Johanes menilai momen tersebut menjadi titik balik dirinya menyadari pentingnya payung promosi membawa identitas dan reputasi sebuah perusahaan.







































