jpnn.com, JAKARTA - Minimnya pemahaman generasi muda terhadap aturan kepabeanan dan cukai serta bahaya barang ilegal masih menjadi tantangan dalam menjaga ketertiban ekonomi dan perlindungan masyarakat.
Kondisi ini mendorong Bea Cukai untuk memperkuat sinergi dengan sivitas akademika melalui program edukasi langsung ke sekolah, agar siswa memiliki literasi hukum sejak dini sekaligus siap menghadapi dinamika global.
Di Lhokseumawe, Bea Cukai menggelar program Customs Goes To School (CGTS) di SMA Negeri 1 Lhokseumawe pada Senin (20/4).
Kegiatan ini dihadiri Plh. Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, M. Syahputra, dan diterima oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mukhlis, S.Pd., M.Pd.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Vicky Fadian menegaskan bahwa CGTS merupakan instrumen strategis dalam mengenalkan peran negara kepada generasi muda.
“Bea Cukai bukan semata institusi pemungut penerimaan negara, tetapi juga memiliki mandat strategis sebagai revenue collector, community protector, industrial assistance, dan trade facilitator,” ujarnya.
Dia menambahkan, pemahaman ini penting di tengah meningkatnya peredaran barang ilegal yang berdampak pada penerimaan negara dan perlindungan konsumen.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan Bea Cukai Meulaboh di Kabupaten Aceh Barat Daya, tepatnya di SMA Negeri 3 Abdya dan SMA Negeri Unggul Tunas Bangsa pada Selasa dan Kamis, 21 dan 23 April 2026.










































