jpnn.com, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta lima prajurit lainnya yang terluka dalam menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), pada 29–30 Maret 2026.
Ketua Baznas Sodik Mudjahid, menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa tersebut. Dia menilai pengorbanan para prajurit merupakan bentuk dedikasi tinggi dalam menjaga perdamaian dunia.
Tiga prajurit yang gugur yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Sementara itu, lima prajurit yang mengalami luka-luka adalah Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, serta Praka Deni Rianto.
Sodik menyatakan, Baznas memiliki kedekatan emosional dengan TNI karena pernah terlibat bersama dalam berbagai misi kemanusiaan, khususnya di wilayah Timur Tengah, termasuk dalam memberikan bantuan bagi rakyat Palestina.
Menurutnya, prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas menjaga perdamaian dunia dan membela negara memiliki kedudukan yang mulia.
“Prajurit yang gugur saat menjaga perdamaian dunia, membela negara, mempertahankan kehormatan bangsa dianggap mati syahid,” ujarnya.
Dia menambahkan, pengorbanan para prajurit tersebut menjadi teladan bagi bangsa Indonesia.









































