Basajan Meresapi Spiritualitas Sunda Lewat Nadoman

3 hours ago 19

Basajan Meresapi Spiritualitas Sunda Lewat Nadoman

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Basajan, band instrumental eksperimental asal Kabupaten Bandung. Foto: Dok. Bahasa Ibu Records

jpnn.com, JAKARTA - Band instrumental eksperimental asal Kabupaten Bandung, Basajan, kembali menghadirkan karya terbaru yang bertajuk Nadoman.

Lagu tersebut sekaligus menjadi pembuka jalan menuju album penuh perdana Basajan.

Nadoman hadir di momen menjelang Ramadan, membawa pesan reflektif yang digali dari tradisi tutur masyarakat Jawa Barat.

Secara harfiah, Nadoman atau Nadzom adalah tradisi melantunkan bait-bait pujian, nasihat, atau ajaran agama dalam bahasa Sunda yang biasanya terdengar di langgar atau masjid sebelum waktu salat tiba.

Bagi Basajan, Nadoman bukan sekadar aktivitas religius, melainkan sebuah medium kontemplasi budaya yang mendalam.

Dalam single itu, Basajan mengeksplorasi estetika Nadoman yang identik dengan pola repetisi dan melodi ala Sunda, lalu menerjemahkan ke dalam bahasa musik mereka yang khas.

Tanpa menghilangkan identitas aslinya, Nadoman tetap pada garis merah Priangan psychedelic groove, menggabungkan ketukan yang energetik dengan tekstur suara yang mengawang dan penuh warna.

“Basajan memaknai Nadoman sebagai bentuk pengingat diri tentang resonansi antara manusia dengan penciptanya dan alam semesta. Lewat komposisi ini, kami berupaya membawa perasaan tenang sekaligus transenden ke dalam ruang lantai dansa yang groovy, namun tetap memiliki sisi liar khas psikedelia,” ungkap Adhitama Putra Prakarsa, gitaris Basajan.

Band instrumental eksperimental asal Kabupaten Bandung, Basajan, kembali menghadirkan karya terbaru yang bertajuk Nadoman.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |