jpnn.com, JAKARTA - Bank Mandiri terus menegaskan komitmennya sebagai lembaga keuangan milik negara yang mengusung fungsi sebagai agen pencipta nilai sosial.
Sejalan dengan peran tersebut, Bank Mandiri berkolaborasi dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dalam pembangunan lima jembatan bertipe bailey guna membantu pemulihan konektivitas wilayah yang terisolir akibat bencana banjir dan tanah longsor Sumatra.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyatakan inisiatif ini menjadi bagian dari dukungan nyata Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat penanganan dampak bencana serta memastikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan secara berkelanjutan.
Kehadiran Jembatan Bailey diharapkan mampu menjadi solusi sementara yang efektif sebelum pembangunan infrastruktur permanen direalisasikan.
Riduan menegaskan sinergi antara Bank Mandiri dan Kemenhan mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam merespons kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Menurut Riduan, pemilihan Jembatan Bailey didasarkan pada karakteristiknya yang adaptif, mudah dipasang, serta dapat dipindahkan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Sinergi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mempercepat penanganan bencana. Jembatan Bailey dipilih karena instalasinya relatif cepat dan sangat sesuai untuk kondisi wilayah terdampak, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Riduan dalam keterangan resmi pada Sabtu (3/1).
Lebih lanjut, Riduan menambahkan melalui kolaborasi ini Bank Mandiri berharap jembatan tersebut dapat menjadi sarana penghubung vital bagi mobilitas warga, distribusi bantuan, serta akses terhadap layanan publik.














































