jpnn.com - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi, penguatan kebersamaan, serta penggerak ekonomi masyarakat.
"Momentum Piala Dunia ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Setiap kegiatan nonton bareng dapat melibatkan pedagang makanan, minuman, dan berbagai usaha kecil lainnya," kata Bang Saleh di Cimahi, Jawa Barat, Jumat (6/6/2026).
Dia menilai momentum penyelenggaraan Piala Dunia yang disiarkan melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan secara bersama-sama di berbagai daerah.
"Kita bersyukur karena hak siar Piala Dunia diberikan kepada TVRI. Ini merupakan momentum yang sangat baik bagi rakyat Indonesia untuk melakukan selebrasi dan menikmati tontonan berkelas dunia," tuturnya.
Selain itu, momentum tersebut juga harus dimanfaatkan dengan menggencarkan kegiatan nobar sebagai ruang interaksi sosial di berbagai lingkungan, mulai tingkat warga hingga ruang publik luas lainnya yang mudah dijangkau masyarakat.
"Dengan demikian, seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali, dapat ikut merasakan kegembiraan dan semangat kebersamaan dalam menyambut dan menikmati Piala Dunia," ujarnya.
Selain sebagai sarana hiburan dan kebersamaan, ia menilai kegiatan nobar juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dapat terlibat dalam penyediaan makanan, minuman, serta kebutuhan acara lainnya.
Dia menyebut makin banyak kegiatan nobar yang digelar di berbagai daerah, semakin besar pula peluang perputaran ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat sekitar, terutama pelaku usaha kecil yang menyediakan kebutuhan pendukung acara.







































