jpnn.com - Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisna (1935-2026) merupakan salah satu tokoh militer dan negarawan penting di era Orde Baru yang pemikirannya mengenai posisi Indonesia di dunia patut untuk ditelaah.
Meskipun tidak banyak menerbitkan buku teks akademis khusus tentang hubungan internasional, gagasan-gagasannya tentang politik internasional, diplomasi pertahanan, dan ketahanan nasional banyak tersebar dalam pidato kenegaraan, kebijakan yang diambilnya semasa menjabat, serta buku-buku biografi dan kumpulan pemikirannya.
Sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) periode 1988–1993 dan Wakil Presiden Ke-6 RI, ia mewarisi tradisi pemikiran geopolitik Indonesia yang menekankan stabilitas regional, kedaulatan nasional, dan kewaspadaan terhadap pengaruh asing.
Tulisan ini akan mengelaborasi secara garis besar pokok-pokok pemikiran Try Sutrisno dalam konteks politik internasional, yang mencakup diplomasi pertahanan di kawasan, pandangannya tentang globalisme versus nasionalisme, serta pemikiran konstitusionalnya sebagai jawaban atas tantangan global.
Diplomasi Pertahanan dan Keamanan Regional
Sebagai Panglima ABRI, Try Sutrisno berada di garda terdepan dalam memperkuat arsitektur keamanan kawasan Asia Tenggara pada masa Perang Dingin yang sedang mereda.
Pendekatannya sangat khas, yaitu mengedepankan dialog dan kerja sama praktis sebagai fondasi stabilitas regional.
Ia adalah penganjur teguh prinsip ASEAN Way yang menekankan non-intervensi dan penyelesaian konflik secara damai melalui konsultasi.












































