jpnn.com, JAKARTA - Harga emas dan perak diperkirakan semakin konstruktif memasuki awal 2026.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Analisis keuangan Finex, Brahmantya Himawan dalam siaran persnya, Sabtu (3/1).
Dia menekankan kombinasi faktor moneter, dinamika geopolitik, dan meningkatnya kebutuhan industri menjadikan kedua logam mulia tersebut berpeluang melanjutkan reli yang lebih struktural dibanding siklus sebelumnya.
Brahmantya menyebut harga emas diproyeksikan bergerak di kisaran 4.700–5.000 dolar AS per troy ounce pada 2026.
Dengan kurs rupiah sekitar Rp 16.715 per dolar AS, proyeksi tersebut setara dengan Rp 78,5 juta–Rp 83,6 juta per troy ounce.
Jika dikonversi ke dalam gram dan rupiah, harga emas menguat sekitar Rp 2,52 juta–Rp 2,69 juta per gram.
Dia menilai penurunan imbal hasil riil obligasi AS menjadi katalis utama penguatan emas.
“Ketika real yield turun dan pasar melihat potensi pelonggaran moneter, emas secara historis selalu mendapat dorongan struktural. Kondisi saat ini sangat mirip dengan fase awal reli jangka panjang sebelumnya,” ujarnya.














































