Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ali Khamenei

1 day ago 25

Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ali Khamenei

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Perdana Menteri ke-10 Malaysia Anwar Ibrahim. Foto: ANTARA FOTO/Virna Puspa Setyorini/aww.

jpnn.com - KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Menurut Anwar, tindakan pembunuhan ini menempatkan Timur Tengah di ambang ketidakstabilan serius dan berkelanjutan.

"Saya mengecam pembunuhan Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Tindakan ini menempatkan Timur Tengah di ambang ketidakstabilan yang serius dan berkelanjutan," kata Anwar dalam keterangan di Kuala Lumpur, Minggu (1/3).

Anwar juga xmenyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran. Dia mengatakan pihak-pihak yang menyambut kematian Khamenei perlu menyadari konsekuensinya.  Anwar pun menekankan bahwa ancaman yang bersifat eksistensial jarang menghasilkan reaksi yang dapat diprediksi.

Menurut Anwar, penargetan secara sengaja terhadap seorang kepala negara menetapkan preseden berbahaya dan melemahkan norma serta prinsip yang menopang tatanan internasional. "Pada saat yang sama, saya mendesak otoritas Iran untuk menahan diri. Malaysia sependapat dengan pernyataan negara-negara yang menyerukan agar semua pihak menghentikan eskalasi lebih lanjut," ujarnya.

Anwar menyatakan perhatian utama Malaysia adalah keselamatan warga negaranya di Iran, negara-negara Teluk, dan kawasan Timur Tengah yang lebih luas.

Dia meyakinkan seluruh warga Malaysia di wilayah terdampak bahwa pemerintah terus mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan perlindungan mereka.

"Perwakilan kami telah diberikan mandat dan sumber daya penuh untuk membantu warga Malaysia," kata Anwar.

Pemerintah Malaysia juga mengevaluasi dampak ekonomi konflik tersebut, termasuk risiko terhadap ruang udara regional dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |