jatim.jpnn.com, SITUBONDO - Antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi berdampak terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah Situbondo dan Bondowoso.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengoptimalkan koordinasi dengan Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi Banyuwangi serta menyiapkan alih suplai dari IT Surabaya untuk memperkuat pasokan BBM di dua wilayah tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan antrean kendaraan membuat waktu tempuh mobil tangki menuju sejumlah wilayah menjadi lebih lama.
Apabila dalam kondisi normal perjalanan dapat ditempuh sekitar 8-10 jam, saat terjadi kepadatan waktu tempuh bisa mencapai 15-23 jam. Kondisi tersebut turut memengaruhi kelancaran pengiriman BBM ke SPBU di Situbondo dan Bondowoso.
"Kami memahami adanya antrean di sejumlah SPBU (Situbondo dan Bondowoso), Pertamina terus memperkuat pasokan dan mengatur prioritas pengiriman agar BBM dapat segera tersedia di SPBU yang membutuhkan," kata Ahad saat dihubungi di Situbondo, Selasa (8/9).
Ahad memastikan ketersediaan BBM tetap menjadi prioritas. Pertamina juga terus memantau kondisi stok di setiap SPBU.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena dapat meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan stok sekaligus memperpanjang antrean.
Sebagai langkah percepatan, Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memetakan kebutuhan di lapangan serta menentukan prioritas pengiriman.













































