jpnn.com, JAKARTA - Ada enam poin hasil pertemuan 10 pimpinan forum PPPK dan PPPK paruh waktu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad serta Manteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Menurut Ketua Asosiasi Pegawai Pemerintan Perjanjian Kerja Indonesia (AP3KI) Nur Baitih, 10 forum PPPK dan PPPK paruh waktu yang tergabung dalam Aliansi Merah Putih (AMP) berhasil bertemu dengan pimpinan DPR serta pemerintah.
Seharusnya, 7 September 2026 menjadi momentum 35 ribu PPPK dan PPPK paruh waktu demo besar-besaran di Istana Negara.
Namun, berkat pertemuan 3 September 2026, maka teragendalah pertemuan AMP dengan pimpinan DPR dengan Mensesneg pada 7 September.
Semua pimpinan forum memutuskan untuk membatalkan demo 7 September 2026.
"Jujur saya pribadi kaget saat masuk di ruangan Wakil Ketua DPR RI Pak Sufmi Dasco ternyata di ruangan tersebut sudah ada Mensesneg Pak Prasetiyo Hadi," kata Nur Baitih kepada JPNN.com, Rabu (9/9/2026).
Dengan kehadiran Mensesneg Prasetyo ini bentuk keseriusan DPR meminta kepada pemerintah bahwa masalah PPPK lintas profesi ini harus diselesaikan dengan serius bukan sekadar wacana.
Dalam pertemuan tersebut, ada enam poin sebagai kesimpulannya:
















































