jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra memberi tanggapan terkait pengakuan Ammar Zoni soal adanya dugaan pemalakan di lembaga pemasyarakatan.
Dia mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan verifikasi perihal informasi tersebut.
"Setiap laporan itu kami terima, kami analisis, kami dalami, dan kami cross-check kebenarannya. Jadi, saya pikir laporan dari mana pun kami simak, kami pelajari," kata Yusril Ihza Mahendra dilansir Antara, Rabu (28/1).
Yusril Ihza Mahendra menyampaikan apresiasi terhadap laporan mengenai kondisi lapas yang telah diberikan, secara langsung maupun melalui media sosial.
Walau demikian, dia menyatakan pihaknya tetap memiliki kewajiban untuk melakukan verifikasi dan pengecekan kembali terhadap informasi agar tidak salah dalam melakukan tindakan.
Diketahui, Ammar Zoni mengungkapkan bahwa adanya dugaan pemerasan di lapas tempatnya ditahan. Hal tersebut disampaikannya dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (8/1).
Ammar Zoni mengeklaim diminta uang senilai Rp300 juta dan turut menanggung sembilan orang lainnya, sehingga totalnya Rp3 miliar.
Meski begitu, mantan suami Irish Bella itu menolak untuk memberikan uang tersebut.













































