jpnn.com, JAKARTA - Puluhan alumni bersama anggota aktif Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) se-Jakarta berkumpul dalam agenda Sharing Session (II) bertajuk "Peran Pemerintah dan Masyarakat Sipil dalam Mewujudkan Pembangunan Inklusif dan Ramah Disabilitas."
Kegiatan yang berlangsung di House of D'Light & Seven Grain Cafe, Jakarta Barat, Sabtu (28/2/2026) siang itu merupakan salah satu aksi nyata para alumni dan anggota PMKRI dalam memaknasi semangat kepedulian sosial dan intelektualitas.
Komitmen Nyata untuk Kesetaraan
Kegiatan ini digagas oleh mantan Sekjen Pengurus Pusat PMKRI Christopher Nugroho, sosok yang terus konsisten mendorong ruang gerak intelektual bagi kader dan alumni PMKRI.
Christopher yang saat ini menjabat Tenaga Ahli Kedeputian I Kantor Staf Presiden (KSP) dalam sambutannya menekankan isu disabilitas bukan sekadar urusan karitas atau bantuan sosial, melainkan pemenuhan hak asasi manusia yang mendasar dalam pembangunan negara.
“Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang tidak meninggalkan siapapun di belakang (leave no one behind). Alumni PMKRI harus menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan publik agar benar-benar ramah dan aksesibel bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas," tegas Christopher.
Membedah Tantangan dan Peran Strategis KND
Hadir sebagai narasumber utama dalam diskusi adalah Ign. Kikin P. Tarigan, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND) dan Robertus Juan Pratama, SH sebagai moderator.












































