Akademisi Amirul Hajj Soroti Layanan Perempuan, Lansia, dan Lingkungan dalam Evaluasi Haji 2026

5 days ago 40

Akademisi Amirul Hajj Soroti Layanan Perempuan, Lansia, dan Lingkungan dalam Evaluasi Haji 2026

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Akademisi sekaligus Sekretaris Amirul Hajj Indonesia 2026, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., mendesak pemerintah dan otoritas Arab Saudi untuk mereformasi ekosistem haji masa depan agar lebih ramah terhadap perempuan, lansia, dan lingkungan. Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Akademisi sekaligus Sekretaris Amirul Hajj Indonesia 2026, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., mendesak pemerintah dan otoritas Arab Saudi untuk mereformasi ekosistem haji masa depan agar lebih ramah terhadap perempuan, lansia, dan lingkungan.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat exit meeting Amirul Hajj bersama seluruh pemangku kepentingan penyelenggaraan haji Indonesia di Arab Saudi yang digelar di Jeddah, Sabtu (6/6/2026).

Rapat dihadiri antara lain oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Kantor Urusan Haji (KUH), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Inspektorat Jenderal Kementerian Haji, serta para pejabat eselon I dan II Kementerian Haji Republik Indonesia.

Dua akademisi yang tergabung dalam Amirul Hajj, yakni Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU dan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si., menyampaikan sejumlah catatan evaluatif berdasarkan hasil pengamatan selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Prof. Ilfi Nur Diana menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan haji 2026 yang secara umum berjalan baik. Namun demikian, sejumlah aspek dinilai masih memerlukan penyempurnaan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan jamaah.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kelancaran operasional, tetapi juga dari tingkat kepuasan jamaah terhadap layanan yang diterima sejak keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air. Layanan tersebut mencakup transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, hingga layanan pada fase puncak ibadah di ARMUZNA.

Salah satu perhatian utama adalah layanan bagi jamaah perempuan. Berdasarkan data penyelenggaraan haji tahun 2026, jumlah jamaah perempuan tercatat lebih banyak dibandingkan jamaah laki-laki. Kondisi tersebut dinilai perlu diimbangi dengan penambahan fasilitas pendukung, khususnya toilet di kawasan ARMUZNA.

Selain itu, isu lingkungan juga menjadi perhatian dalam evaluasi tahun ini. Menurut Prof. Ilfi, penggunaan tumbler yang telah diberikan kepada jamaah perlu didukung dengan penyediaan dispenser air minum oleh pihak syarikat agar penggunaan botol plastik sekali pakai dapat dikurangi secara signifikan.

Akademisi Amirul Hajj Indonesia 2026, Ilfi Nur Diana, M.Si., mendesak pemerintah dan otoritas Arab Saudi mereformasi ekosistem haji masa depan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |