jpnn.com - JAKARTA - Pengamat politik Adi Prayitno menilai pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal kekuasaan tidak ditujukan secara spesifik kepada pihak atau kelompok politik tertentu.
Menurut Adi pernyataan AHY tersebut pada dasarnya bersifat umum dan normatif.
"Pernyataan AHY itu satu hal tentu bersifat umum dan bersifat normatif. Tidak ada tendensi apa pun, tidak secara spesifik misalnya dialamatkan kepada pihak ataupun kelompok kepentingan politik tertentu," ujar Adi melalui video yang diunggah kanal adiprayitnoofficial di YouTube, Rabu (9/9).
Adi menyebut publik kemudian menafsirkan pernyataan tersebut sebagai pesan politik.
Salah satu tafsir yang berkembang mengaitkannya dengan kekuatan politik yang diasosiasikan dengan Geng Solo atau Poros Solo, atau Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Adi mengatakan tafsir itu tidak terlepas dari dinamika politik yang berkembang saat ini.
Menurut dia, konsolidasi dan aktivitas politik kelompok yang diasosiasikan dengan Solo turut memunculkan persepsi mengenai upaya mempertahankan pengaruh politik.
"Ini tentu tidak bisa dilepaskan dalam konteks soal bagaimana kekuatan politik Solo melakukan konsolidasi dan kerja-kerja politik yang dibaca seakan-akan bahwa geng Solo akan selalu menunjukkan eksistensi dan kekuatan politiknya, sustain dan berkelanjutan sampai kapan pun," kata Adi.
















































