jpnn.com - PALEMBANG - Satuan Pelayanan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang bakal mengekspor 95.400 butir benih kelapa sawit ke Peru.
Benih kelapa sawit tersebut sudah melalui pemeriksaan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel) dan bersertifikasi.
Kepala Karantina Sumatera Selatan Sri Endah Ekandari mengungkapkan bahwa pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan benih memenuhi persyaratan teknis negara tujuan, khususnya bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Marasmius sp yang dipersyaratkan oleh otoritas karantina Peru.
“Karantina Sumsel memastikan setiap komoditas ekspor, termasuk benih kelapa sawit, memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan negara tujuan untuk menjaga kepercayaan pasar internasional,” ujar Sri Endah, Jumat (23/1).
Kegiatan pemeriksaan dilakukan oleh petugas Karantina Sumsel, Analis Perkarantinaan Tumbuhan Ahli Muda Anggie Kharisma Midhariani.
Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen, pemeriksaan fisik, serta pengujian kesehatan benih sesuai standar karantina tumbuhan.
"Hasil pemeriksaan memastikan seluruh benih kelapa sawit yang akan diekspor dinyatakan sehat dan bebas dari Marasmius sp," kata Sri Endah.
Ekspor benih kelapa sawit ke Peru ini telah dilengkapi dengan izin impor (import permit) dari otoritas Peru.











































