jateng.jpnn.com, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memberikan perhatian serius terhadap keselamatan lalu lintas di Jalur Silayur, Kecamatan Ngaliyan, yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan.
Berdasarkan catatan kepolisian dalam enam tahun terakhir, kecelakaan di jalur tersebut didominasi insiden maut akibat kegagalan pengereman kendaraan berat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang Danang Kurniawan menjelaskan bahwa karakter jalan dengan tingkat kelandaian mencapai 13,2 persen menjadi faktor risiko utama bagi kendaraan bertonase besar.
Kondisi geografis tersebut kerap memicu kegagalan sistem pengereman truk yang melintas dan membahayakan pengguna jalan lain.
“Kawasan Silayur memang memiliki karakteristik tanjakan dan turunan ekstrem yang sangat panjang. Data menunjukkan rata-rata belasan hingga puluhan korban selalu ada setiap tahunnya. Karena itu, kami terus melakukan upaya rekayasa teknis agar angka ini bisa ditekan secara signifikan,” ujar Danang, Jumat (8/5).
Sebagai langkah penanganan, Dishub Kota Semarang telah melakukan berbagai intervensi fisik di kawasan tersebut. Upaya itu meliputi penebalan marka jalan, pemasangan pita kejut untuk mengontrol kecepatan kendaraan, hingga penambahan Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ).
Selain itu, pihaknya juga memasang portal pembatas kendaraan berat serta menutup sejumlah titik putar balik atau u-turn strategis guna mengurangi hambatan samping yang dinilai kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
Danang mengatakan pengawasan terhadap jam operasional kendaraan berat terus diperketat melalui penempatan petugas di sejumlah titik krusial.







































