4 Wilayah di Semarang Masuk Zona Merah Kekeringan, BPBD Siagakan 1 Juta Liter Air

1 week ago 45

Jumat, 05 Juni 2026 – 06:30 WIB

4 Wilayah di Semarang Masuk Zona Merah Kekeringan, BPBD Siagakan 1 Juta Liter Air - JPNN.com Jateng

Ilustrasi kekeringan. Foto : Ricardo/JPNN.con

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Ancaman kekeringan mulai menghantui sejumlah wilayah di Kota Semarang seiring bergulirnya musim kemarau 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang telah memetakan sejumlah kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap krisis air bersih. Empat wilayah bahkan masuk kategori zona merah dan menjadi prioritas penanganan pemerintah.

Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto mengatakan wilayah yang diprediksi paling rentan terdampak kekeringan berada di Kelurahan Rowosari, Jabungan, Wonosari, serta Cepoko di Kecamatan Gunungpati.

"BPBD telah mengidentifikasi zona merah rawan kekeringan untuk memprioritaskan distribusi bantuan," kata Endro, Kamis (4/6).

Menurut dia, pemetaan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyiapkan langkah mitigasi sejak dini agar dampak kekeringan tidak meluas saat puncak musim kemarau tiba.

Pemkot Semarang saat ini telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari koordinasi lintas instansi hingga penyediaan cadangan air bersih untuk masyarakat.

Sebanyak satu juta liter air bersih disiapkan untuk kebutuhan distribusi darurat apabila wilayah-wilayah rawan mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Selain itu, BPBD juga mengoptimalkan keberadaan sumur bor, tandon air, dan sarana pendukung lainnya yang berada di kawasan rawan kekeringan.

Empat wilayah di Kota Semarang masuk zona merah kekeringan. BPBD menyiapkan 1 juta liter air bersih dan mengingatkan warga menghadapi kemarau 2026.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |