jpnn.com, JAKARTA - Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas dunia tahun ini menembus level USD 5.000-6.000 per troy ons.
“Saya optimistis harga emas dunia pada 2026 akan tembus di atas level USD 6.000 per troy ons. Kenapa? Karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi,” kata Ibrahim di Jakarta,, Jumat (27/3).
Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan sejumlah faktor akan membuat pergerakan harga emas ke depan, mulai dari kondisi geopolitik hingga kebijakan bank sentral global.
Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah dinilai masih menjadi faktor utama, di tengah konflik yang juga belum sepenuhnya mereda di Eropa Timur antara Rusia dan Ukraina.
Selain itu, arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) turut menjadi perhatian, terutama menjelang dinamika politik domestik dan perubahan kepemimpinan yang berpotensi memengaruhi kebijakan suku bunga.
Dia juga menyinggung isu perang dagang yang untuk sementara mereda dari perhatian pasar karena fokus investor masih tertuju pada konflik di Timur Tengah.
Di luar hal tersebut, dia menyoroti faktor permintaan dan pasokan logam mulia global, termasuk akumulasi oleh bank sentral, yang turut memengaruhi harga emas.
Untuk pasar domestik, Ibrahim memperkirakan harga emas berpotensi bergerak di kisaran Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta per gram pada tahun ini, didorong pelemahan rupiah yang diperkirakan menuju level Rp 17.400 per USD.











































