jpnn.com, JAKARTA - PT Berdikari menurunkan tim ke lapangan untuk menelusuri perkembangan proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Malang, pada Selasa (12/5) lalu.
PT Berdikari bersama tim ahli yang terdiri dari drh. Trioso Purnawarman dan Ir. Sahrul turun langsung meninjau Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Malang.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Direktur Pembibitan Hari Suhada untuk memastikan proyek HAT kokoh demi menyiapkan fondasi emas industri perunggasan nasional dari hulu hingga hilir.
PT Berdikari memastikan setiap aspek Feasibility Study (FS) dan site plan selaras dengan realitas lapangan agar proyek berjalan matang, terukur, dan sesuai kebutuhan industri.
Direktur Utama PT Berdikari Maryadi menyebutkan proyek itu sebagai ikhtiar besar perusahaan dalam membangun ekosistem peternakan yang terintegrasi.
“Melalui proyek HAT, kami ingin memperkuat kemandirian industri perunggasan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas peternak rakyat dan memperkuat kemandirian industri perunggasan,” ujar Maryadi.
Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan semangat pemerintah dalam mempercepat swasembada pangan nasional melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2026.
Selain itu, hadirnya ketentuan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 34 Tahun 2025 yang memberi arah sekaligus memastikan sektor pertanian dan peternakan nasional, bergerak berdasarkan tata kelola yang tertib dengan standar usaha yang terukur.









































