Waspada Pelemahan Kurs Rupiah Lebih Dalam, Analis Bilang Begini

6 hours ago 18

Waspada Pelemahan Kurs Rupiah Lebih Dalam, Analis Bilang Begini

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah pada Senin, diprediksi melemah. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah pada Senin, diprediksi melemah.

Pasalnya, terjadi kegagalan negosiasi damai antara AS dengan Iran.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS seiring gagalnya putaran kedua negosiasi perdamaian AS–Iran, yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dan menguatkan dolar AS,” kata Lukman di Jakarta, Senin.

Adapun, nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin pagi, menguat 18 poin atau 0,10 persen menjadi Rp 17.211 USD dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.229 per USD.

Mengutip Anadolu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan pihaknya tidak akan berunding di bawah tekanan, ancaman, atau blokade. Titik temu dan lingkungan kondusif dinilai menjadi syarat utama bagi dialog yang efektif.

Menurut Pezeshkian, pengalaman negosiasi sebelumnya justru memperdalam ketidakpercayaan publik di Iran karena dialog berlangsung bersamaan dengan sanksi, tekanan, dan blokade. Ia menegaskan prasyarat penting untuk menyelesaikan perselisihan, yaitu menghentikan sikap bermusuhan dan jaminan hal itu tidak terulang lagi.

Utusan Khusus Presiden AS Steve Witkoff dan Jared Kushner sebelumnya dijadwalkan berangkat pada Sabtu (25/4), tetapi sejumlah laporan menyebutkan bahwa delegasi Iran telah lebih dulu meninggalkan Pakistan.

Di sisi lain, sentimen dari domestik pada umumnya masih lemah terkait kondisi defisit anggaran dan Bank Indonesia (BI) yang belum memberikan sinyal untuk menaikkan suku bunga.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah pada Senin, diprediksi melemah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |