jpnn.com, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH Imron Rosyadi Hamid (Gus Imron) menilai KH Yahya Cholil Staquf terkesan mengulur-ulur waktu dan tidak menunjukkan iktikad nyata untuk melakukan islah, sebagaimana harapan para masyayikh dalam Forum Lirboyo.
Menurutnya, hingga saat ini tidak pernah ada tindak lanjut konkret dari Gus Yahya dalam bentuk kerangka islah yang jelas, meskipun para kiai telah memberi ruang dan jalan penyelesaian.
Gus Imron mengungkapkan fakta di lapangan menunjukkan tidak ada tindak lanjut dalam bentuk kerangka islah yang dilakukan oleh Gus Yahya.
"Tidak ada tahapan, tidak ada timeline, dan tidak ada kerja bersama. Ini yang membuat publik menangkap kesan bahwa Gus Yahya memang mengulur waktu dan tidak sungguh-sungguh menginginkan islah,” ujar Gus Imron, Jumat (9/1).
Gus Imron menegaskan dari sisi Syuriyah, KH Miftachul Akhyar selaku Rais Aam PBNU telah menyiapkan rute islah secara konstitusional, yakni melalui rapat pleno, dilanjutkan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes), hingga bermuara pada Muktamar.
“Rais Aam sudah membuka jalan. Rutenya jelas: pleno, lalu Konbes, kemudian Munas, dan akhirnya Muktamar. Namun, sampai hari ini tidak ada iktikad yang ditunjukkan oleh Gus Yahya untuk berjalan di rute itu,” kata dia.
Gus Imron juga menyoroti dinamika pasca-pertemuan di kediaman Rais Aam yang seharusnya menjadi momentum memperkuat rekonsiliasi.
Namun, hanya berselang dua hari, Gus Yahya justru memperkenalkan Amin Said Husni sebagai Sekretaris Jenderal PBNU di ruang publik.
























.jpeg)





















