jpnn.com, JAKARTA - Lanskap arsitektur di Indonesia betransformasi besar dengan beralihnya minat pasar ke material sintered stone sebagai opsi permukaan premium.
Lonjakan popularitas itu didorong oleh tuntutan fungsionalitas tinggi, yakni material yang mampu mempertahankan estetika visual di tengah paparan iklim tropis yang ekstrem, tetapi tetap memberikan kemewahan visual.
Menurut Direktur Marketing Platinum Ceramics Group, Jali Wijaya, konsumen kini semakin cerdas, karena tidak hanya melihat desain, tetapi juga daya tahan dan sustainability.
Sintered stone hadir di titik temu antara estetika premium dan kebutuhan praktis sehari-hari.
Implementasi nyata dari tren ini terlihat pada pembukaan Titanium Sintered Stone Showroom di Semarang pada 14 April 2026.
Melalui konsep "A Living Gallery Unveiled", ruang ini bukan sekadar tempat pameran, melainkan sebuah pusat inspirasi yang mengadopsi elemen desain Timeless Elegance, dengan menggunakan palet warna perak, abu-abu, dan dark tone untuk mendefinisikan ulang standar kemewahan modern.
"Keunggulan strategis dari material ini didukung oleh fondasi korporasi yang kokoh," terang Jali Wijaya, Sabtu (2/5).
Titanium Sintered Stone merupakan bagian dari Platinum Ceramics Group, sebuah entitas yang telah memiliki pengalaman selama 55 tahun di industri tile Indonesia.









































