jatim.jpnn.com, SURABAYA - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melalui Fakultas Ilmu Budaya (FIB) bekerja sama dengan Kelurahan Semolowaru, Kecamatan Sukolilo, Surabaya membentuk program Kampung Bahasa sebagai upaya meningkatkan kemampuan bahasa masyarakat.
Wakil Rektor III Untag Surabaya Sumiati mengatakan program tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma perguruan tinggi sekaligus penguatan konsep kampus berdampak.
“Kami ingin bukan hanya melaksanakan pendidikan, penelitian, tetapi juga pengabdian masyarakat dan menjadi kampus berdampak,” ujar Sumiati, Senin (18/5).
Melalui program tersebut, FIB Untag Surabaya akan memberikan pelatihan bahasa kepada siswa, mahasiswa, hingga masyarakat umum dan pencari kerja.
Tahap awal, pelatihan difokuskan pada bahasa Inggris dengan jumlah peserta yang sudah mencapai 72 orang. Ke depan, program juga akan dikembangkan untuk bahasa Jepang dan bahasa Arab.
“Bahasa Inggris sekarang sudah menjadi suatu kewajiban agar kita bisa menyampaikan ide-ide, apalagi di era globalisasi,” kata Sumiati.
Dia berharap program tersebut dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah sekitar kampus sehingga berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Kegiatan pelatihan dibagi menjadi dua kelas, yakni kelas elementary untuk siswa SMP dan SMA serta kelas adult bagi masyarakat umum. Program berlangsung setiap Senin dan Kamis di Balai RW 11 Semolowaru.





































