jpnn.com - Peristiwa kecelakaan beruntun di Bekasi Timur yang melibatkan KRL dan kereta jarak jauh, bukan sekadar kecelakaan transportasi, tetapi sebuah bencana kemanusiaan dan merupakan cermin buram dari tata kelola keselamatan publik yang masih rapuh.
Lebih menyedihkan lagi, tragedi ini merenggut nyawa manusia di dalam transportasi publik. Sesuatu yang dalam perspektif iman dan kemanusiaan tidak pernah bisa ditoleransi sebagai “risiko biasa”.
Kita perlu jujur, kecelakaan ini bukan peristiwa tunggal, melainkan rangkaian kegagalan. Dari keberadaan perlintasan yang tidak aman, lemahnya pengawasan, hingga sistem pengendalian yang gagal mencegah tabrakan lanjutan.
Dalam sistem transportasi modern, satu kesalahan seharusnya tidak berujung pada bencana berantai.
Jika itu terjadi, maka yang bermasalah bukan hanya individu, tetapi sistem itu sendiri.
Dalam kerangka etika sosial, keselamatan publik adalah kewajiban moral negara dan penyelenggara layanan.
Tidak ada ruang untuk kompromi. Setiap kebijakan, setiap prosedur, setiap kelalaian, pada akhirnya berhubungan langsung dengan nyawa manusia.
Ketika nyawa hilang akibat sistem yang lalai, maka yang terjadi bukan sekadar kecelakaan, melainkan kegagalan tanggung jawab.








































