Tradisi Syawalan di Pekalongan: Lopis Raksasa Menjadi Bahasa Maaf Warga

4 hours ago 16

Jumat, 27 Maret 2026 – 13:16 WIB

 Lopis Raksasa Menjadi Bahasa Maaf Warga - JPNN.com Jateng

Arsip - Panitia membagikan potongan lopis raksasa saat tradisi Pekan Syawalan Lopis Raksasa di Krapyak, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (7/4/2025). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/tom.

jateng.jpnn.com, PEKALONGAN - Tradisi tahunan Festival Lopis Raksasa kembali menggeliat di kawasan Krapyak Kidul Gang 8 (Gang Sembawan), Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Momen ini menjadi penanda puncak kemeriahan Pekan Syawalan 2026 yang selalu dinanti warga.

Sejak H+2 Idulfitri, denyut aktivitas sudah terasa. Warga bahu-membahu menyiapkan lopis berukuran jumbo yang menjadi ikon perayaan. Tak tanggung-tanggung, lebih dari lima kuintal beras ketan diolah untuk menghasilkan satu lopis raksasa.

Di Kota Pekalongan, Lebaran memang seolah belum selesai dalam dua hari pertama. Justru, tradisi Syawalan menjadi fase penutup yang paling dinanti. Tahun ini, puncaknya jatuh pada Sabtu (28/3), saat lopis raksasa dipotong dan dibagikan kepada masyarakat.

Sejak hari kedua Lebaran, kawasan Krapyak disesaki pedagang lopis. Aroma ketan kukus berpadu kelapa parut menyebar dari jalan protokol hingga gang-gang sempit, menghadirkan suasana khas yang hanya muncul setahun sekali.

Namun, lopis bukan sekadar kuliner musiman. Dia menjadi penanda sosial bahwa libur Lebaran segera usai, dan masyarakat bersiap kembali ke rutinitas.

Lebih dari itu, lopis menyimpan filosofi mendalam. Dalam tradisi Jawa pesisir, lopis dimaknai sebagai lepat yang berarti pengakuan kesalahan. Teksturnya yang lengket melambangkan eratnya persaudaraan setelah saling memaafkan. Warna putihnya mencerminkan kesucian, selaras dengan semangat kembali fitri.

Balutan daun pisang yang membungkus ketan juga bukan tanpa makna. Dia melambangkan kerapian hidup dan keberkahan, sementara ikatan dari serat pelepah pisang menjadi simbol kekuatan serta eratnya silaturahmi antarumat.

Pada hari ketujuh Syawal, lopis raksasa ini dipotong dan dibagikan kepada warga serta pengunjung yang datang. Momen ini selalu menjadi puncak keramaian sekaligus ajang berburu berkah.

Tradisi tahunan Festival Lopis Raksasa kembali menggeliat di kawasan Krapyak Kidul Gang 8 (Gang Sembawan), Kota Pekalongan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |