jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, meresmikan Teaching Factory (TEFA) Pawon Satu dan Cafe Satu di SMKN 1 Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (7/1).
Peresmian ini menjadi wujud nyata komitmen Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri (DUDI).
Teaching Factory Pawon Satu dan Cafe Satu dirancang sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik yang menitikberatkan pada standar industri. Melalui konsep TEFA, peserta didik tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman nyata dalam proses produksi, pelayanan, hingga pengelolaan usaha secara profesional.
TEFA tersebut menjadi ruang belajar produktif bagi peserta didik, khususnya pada kompetensi keahlian kuliner dan layanan usaha. Pembelajaran di Pawon Satu dan Cafe Satu mengintegrasikan aspek akademik dengan praktik langsung, sekaligus melatih keterampilan teknis dan nonteknis siswa.
Dalam tinjauannya, Aries menyatakan Teaching Factory merupakan jembatan strategis antara dunia pendidikan dan dunia industri. Dia menilai SMKN 1 Buduran telah menunjukkan kesiapan sarana, konsep pembelajaran, serta komitmen kuat dalam pengembangan kompetensi peserta didik.
“Melalui TEFA ini, murid-murid diharapkan memiliki keterampilan yang tidak hanya dibentuk melalui proses akademik, tetapi juga melalui praktik langsung. Saya melihat fasilitasnya sudah lengkap, akademiknya menunjang, dan praktik dilakukan di setiap kompetensi. Ini menjadi wadah bagi siswa untuk menempah ilmu dan pengalaman sebelum terjun ke dunia industri,” ujar Aries.
Dia menambahkan pendidikan vokasi harus mampu melahirkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap kerja. Karena itu, Teaching Factory menjadi instrumen penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang kontekstual, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan pasar kerja.
Selain sebagai sarana praktik pembelajaran, Pawon Satu dan Cafe Satu juga berfungsi sebagai unit produksi yang melatih jiwa kewirausahaan, kedisiplinan, kerja sama tim, serta tanggung jawab profesional peserta didik sejak dini.












































