Tanggapi Kritik The Economist, Purbaya: Seharusnya Mereka Puji-Puji Indonesia

6 days ago 43

 Seharusnya Mereka Puji-Puji Indonesia

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa soal defisit APBN. Foto: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kritik The Economist terkait dua program prioritas Kabinet Merah Putih, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Menurut dia, The Economist seharusnya memuji Indonesia lantaran masih dapat menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka tersebut masih dalam batas aman dari yang ditetapkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Keuangan Negara. Pada 2025, defisit APBN hanya sebesar 2,92 persen.

“Kan (defisit) fiskal kita bisa dikendalikan di bawah 3 persen dari PDB,” ucap Purbaya di Lanud Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur, pada Senin (18/5).

Purbaya memastikan pemerintah sudah menghitung defisit yang harus ditanggung keuangan negara terkait dua program itu.

“Sekarang pun kita hitung defisitnya berapa,” kata dia.

Eks Direktur Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu pun menyarankan The Economist untuk menyoroti kebijakan fiskal negara-negara lain.

Dia menyindir, banyak negara di Eropa yang memiliki tingkat defisit tinggi dan posisi utang hampir menyentuh 100 persen dari PDB.

Menurut dia, The Economist seharusnya memuji Indonesia lantaran masih dapat menjaga defisit APBN di bawah 3 Persen dari PDB

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |